Kesaksian Dialogis

Pembentukan dan Pengelolaan Ruang Percakapan Iman dalam Bermisi Berdasarkan Yohanes 4

Authors

  • Yanto Sutianto Sekolah Tinggi Teologi Baptis Bandung Author
  • Sudaryadi Wibowo Sekolah Tinggi Teologi Baptis Bandung Author
  • Yulius Wijaya Sekolah Tinggi Teologi Baptis Bandung Author
  • Arseindy Jushabana STT Baptis Bandung Author

Keywords:

Kesaksian Dialogis, Hidup Saleh, Misi, Yohanes 4, Lintas Generasi

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk merumuskan model Kesaksian Dialogis sebagai pendekatan misi yang menyinergikan kesalehan hidup dengan pengelolaan ruang percakapan iman, berdasarkan analisis naratif terhadap Yohanes 4. Penelitian ini berangkat dari fenomena dilematik jemaat minoritas di Indonesia yang kerap terjebak antara tuntutan Amanat Agung dan penolakan terhadap metode penginjilan konfrontatif yang agresif. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap perwakilan Generasi X, Y, dan Z di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Batu Zaman Bandung, penelitian ini menguji bagaimana integritas karakter (hidup saleh) berfungsi sebagai pembuka ruang dialog. Berbeda dengan studi misi sebelumnya, penelitian melakukan pemetaan pola komunikasi iman secara spesifik di setiap jenjang usia. Temuan menunjukkan bahwa kesaksian dialogis merupakan proses progresif; hidup saleh membangun kredibilitas, dialog membangun jembatan emosional, dan Injil menawarkan transformasi radikal. Model ini menegaskan bahwa misi bukanlah upaya memenangkan logika, melainkan penyediaan ruang bagi karya Roh Kudus melalui relasi yang autentik dan mengikuti teladan Tuhan Yesus.

Abstrak

This article aims to formulate a model of Dialogical Witness as a missional approach that integrates a life of piety with the management of spaces for faith-based dialogue, based on a narrative analysis of John 4. This study addresses the dilemma faced by minority congregations in Indonesia, which are often caught between the demands of the Great Commission and their rejection of aggressive, confrontational evangelism methods. Using a descriptive qualitative method through in-depth interviews with representatives of Generations X, Y, and Z at the Indonesian Baptist Church (IBC) Batu Zaman in Bandung, this study examines how character integrity (a godly life) functions as a catalyst for opening spaces of dialogue. Unlike previous mission studies, this research maps specific patterns of faith communication across each age group. The findings indicate that dialogical witness is a progressive process; a godly life builds credibility, dialogue builds emotional bridges, and the Gospel offers radical transformation. This model affirms that mission is not an effort to win over logic, but rather the provision of space for the work of the Holy Spirit through authentic relationships and following the example of the Lord Jesus.

References

Abrahamsz, Stefany John Risna, dan Petronella Tuhumury. “Model Penginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dan Implementasinya pada Masa Kini.” Jurnal Jaffray 10, no. 2 (2012): 104. https://doi.org/10.25278/jj71.v10i2.55.

Budiatmaja, Rudy, Seno Lamsir, Dennie Franky Kilapong, dan Juan Ananta Tan. “Kualifikasi Penginjil yang Berintegritas.” MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social 2, no. 2 (2025): 103–13. https://doi.org/10.46362/moderate.v2i2.18.

Dever, Mark. The Gospel and Personal Evangelism. Crossway Books, 2007.

Erwin, Erwin, Agustinus Mangngi, dan Yosin R. P. Jabu. “Peran Roh Kudus Dalam Penginjilan Dari Perspektif Alkitab.” Jurnal Christian Humaniora 7, no. 1 (2023): 28–40. https://doi.org/10.46965/jch.v7i1.2245.

Halim, Makmur. Model-model Penginjilan Yesus, Suatu Penerapan Masa Kini. Gandum Mas, 2003.

Huffel, Mary-Anne Plaatjies-van. “Rethinking the reciprocity between lex credendi, lex orandi and lex vivendi: As we believe, so we worship. As we believe, so we live.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 76, no. 1 (2020). https://doi.org/10.4102/hts.v76i1.5878.

Hull, Bill. Jesus Christ, Disciplemaker. Baker Books, 2004.

Irawan, Dedeng, dan Ade Gunawan. Metode Penelitian Ekonomi & Bisnis. UMSU Press, 2025.

Laia, Kejar Hidup. “MODEL PEMBERITAAN INJIL MELALUI POLA DIALOG KEHIDUPAN SEHARI-HARI DITINJAU DARI YOHANES 4:4-42.” SAINT PAUL’S REVIEW 1, no. 2 (2022): 87–97. https://doi.org/10.56194/spr.v1i2.10.

Packer, J. I. Evangelism and the Sovereignty of God. InterVarsity Press, 2012.

Pantas, Natalia Debora. “BERSAKSI TENTANG KRISTUS SEBAGAI GAYA HIDUP PEMUDA GEREJA MASA KINI.” Missio Ecclesiae 5, no. 2 (2016): 169–89. https://doi.org/10.52157/me.v5i2.64.

Putri, Adelia Primadani, Yohanis Enci Patandean, dan I. Ketut Gede Suparta. “Pendekatan Apologetika Paulus di Aeropagus Berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34 dan Implementasinya dalam Bermisi di Indonesia.” Anoteros: Jurnal Teologi 3, no. 1 (2025): 54–75. https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v3i1.77.

Richardson, Rick. Reimagining Evangelism: Inviting Friends on a Spiritual Journey. InterVarsity Press, 2006.

Sinaga, Andri Vincent. “Penggembalaan Spiral: Memaknai Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria (Yoh. 4:1-42) di Era Postmodern.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 7, no. 1 (2024): 123–44. https://doi.org/10.34081/fidei.v7i1.551.

Stevanus, Kalis. “Karya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan di Dunia Non-Kristen.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 1 (2020): 1–19. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i1.119.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta, 2022.

Tembang, Setblon. “URGENSI HOSPITALITAS KRISTIANI DALAM MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA DITENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL.” Melo: Jurnal Studi Agama-agama 3, no. 2 (2023): 107–27. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v3i2.138.

Wahyuni, Sri, dan Roy Pieter. “Dialog Dan Kerjasama Antar Umat Beragama Dalam Menciptakan Moderasi Dalam Perspektif Alkitab.” Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 2 (2023): 152–61. https://doi.org/10.60146/kaluteros.v6i2.83.

Wijaya, Yulius. “Pandangan Teologis mengenai Baptisan Online sebagai Tantangan Gereja di era 5.0.” Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 3, no. 3 (2023): 173–81. https://doi.org/10.54403/rjtpi.v3i3.74.

Wijaya, Yulius, dan Giarti Nugraeni. “Menyusun Teologi Injili yang Relevan dalam Era Masyarakat Digital dan Postmodernisme.” Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) 6, no. 1 (2024): 140–48. https://doi.org/10.59177/veritas.v6i1.273.

Yosia, Adrianus. “Learning Dialogue from Jesus: A Reflective-Explorative Study of John 4:7–21 on Interfaith Encounters.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 21, no. 1 (2022): 79–94. https://doi.org/10.36421/veritas.v21i1.536.

Downloads

Published

2025-02-28