Ketika Bumi Menangis Meminta Sabat
Pembacaan Ulang Imamat 25 di Tengah Bencana Ekologis Indonesia
Keywords:
Ekoteologi, Imamat 25, Sabat Tanah, Tahun Yobel, Krisis Ekologis, Teologi Kontekstual, Etika LingkunganAbstract
Indonesia’s escalating ecological crisis marked by deforestation, land degradation, and recurring environmental disasters raises critical questions regarding the theological foundations of human interaction with the earth. While existing theological discourse has largely emphasized stewardship, limited attention has been given to the Sabbath principle as an ecological framework. This study addresses this gap by re-examining Leviticus 25 through a contextual ecotheological approach, integrating biblical interpretation with contemporary environmental realities in Indonesia. Using a qualitative hermeneutical method, this research analyzes the concepts of the land Sabbath and the Jubilee within their socio-theological context and reinterprets their relevance for present ecological conditions. The findings suggest that the Sabbath for the land reflects an integrated vision of ecological restraint, social equity, and divine ownership, which challenges exploitative patterns of natural resource use. The study argues that ongoing environmental degradation can be understood as a disruption of this theological order. Furthermore, the Jubilee tradition offers a constructive paradigm for ecological restoration by emphasizing limits, redistribution, and renewal. This research contributes to ecotheological scholarship by proposing a contextual reading that bridges biblical theology and environmental ethics, while also repositioning the role of the church as an agent of ecological responsibility and transformation in contemporary society.
Abstrak
Bencana Hidrometeorologi ekologi di Indonesia yang ditandai oleh deforestasi, degradasi lahan, dan meningkatnya bencana lingkungan memunculkan pertanyaan mendasar mengenai dasar teologis relasi manusia dengan bumi. Diskursus teologi selama ini cenderung menekankan konsep penatalayanan, sementara prinsip Sabat sebagai kerangka ekologis belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan meninjau kembali Imamat 25 melalui pendekatan ekoteologi kontekstual yang mengaitkan teks Alkitab dengan realitas ekologis Indonesia masa kini. Dengan menggunakan metode kualitatif-hermeneutik, penelitian ini menganalisis konsep Sabat tanah dan tahun Yobel dalam konteks sosio-teologisnya serta mereinterpretasikan relevansinya bagi situasi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabat bagi tanah mengandung visi integral mengenai pembatasan eksploitasi, keadilan sosial, dan pengakuan atas kepemilikan ilahi, yang secara kritis menantang pola pemanfaatan sumber daya yang eksploitatif. Kerusakan lingkungan yang terjadi dipahami sebagai bentuk disrupsi terhadap tatanan teologis tersebut. Lebih lanjut, tradisi Yobel menawarkan paradigma konstruktif bagi pemulihan ekologis melalui penekanan pada batas, distribusi ulang, dan pembaruan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ekoteologi dengan menghadirkan pembacaan kontekstual yang menjembatani teologi biblika dan etika lingkungan, sekaligus menegaskan kembali peran gereja sebagai agen transformasi ekologis dalam masyarakat.
References
Arnold. “Hukum Allah Dan Hukum Alam: Studi Eksegetis Terhadap Imamat 25:18-22 Dan Keterkaitannya Dengan Masalah Ekologi Dan Ekonomi Dewasa Ini, Serta Relevansinya Bagi Kepentingan Bumi.” (IAKN) Toraja, 2011. https://digilib-iakntoraja.ac.id/3006/.
Bank, The World. Climate Risk Country Profile IndonesiA. USA: World Bank Publications, 2025. www.worldbank.org.
Bergmann, Sigurd. Religion, Space, and the Environment. 1st ed. New York: Routledge, 2017. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781315128412.
BNPB. “Badan Nasional Penanggulangan Becana.” Graha BNPB, 2026. https://gis.bnpb.go.id/.
Bock, Cherice. “AURA - Antioch University Repository and Archive Ecotheology in Context : A Critical Phenomenological Study of Graduates of Environmentally Focused Seminary Programs in the United States of America.” Antioch University, 2024. https://aura.antioch.edu/.
Borrong, Robert P. Etika Bumi Baru: Akses Etika Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.
Budhi, Samgar Setia. “Makna Teologi Istirahat Dan Perkembanganya Dalam Kitab-Kitab Kanonik.” Predica Verbum : Jurnal Teologi Dan Misi 1, no. 2 (2021): 138–54. https://doi.org/https://doi.org/10.51591/PREDICAVERBUM.V1I2.27.
Conradie, Ernst M. Christianity and Ecological Theology. Africa: Sun Press, 2006.
Cook, Catherine E. “Christopher J. H. Wright, Old Testament Ethics for the People of God.” Scottish Journal of Theology 62, no. 1 (2009): 104–6. https://doi.org/10.1017/S0036930605002012.
Deane-Drummond, Celia. Eco-Theology. London: Saint Mary’s Press, 2008.
Djalante, Riyanti, Matthias Garschagen, Frank Thomalla, and Rajib Shaw. “Disaster Risk Reduction in Indonesia: Progress, Challenges, and Issues.” Springer International Publishing, 2017, 244–47. https://doi.org/10.1007/978-3-319-54466-3.
Franciscus. “Tinjauan Terhadap Konsep Langit Dan Bumi Yang Baru Serta Implikasinya Bagi Peranan Dan Tanggung Jawab Gereja Untuk Penatalayanan Lingkungan Di Indonesia.” Sekolah Tinggi Teologi SAAT, 2017. https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/239.
Guan, Tan Kian. “Kebenaran Doktrin Antropologi Dan Soteriologi Bagi Kepentingan Etika Lingkungan.” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 13, no. 2 (2012): 203–16. https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/272.
Gultom, Erick Djundjungan. “Suara Para Gembala Asia Tentang Isu EkoloGi.” Jurnal Teologi USD 7, no. 2 (2018): 123–40. https://doi.org/10.24071/jt.v7i2.1553.
Horrell, David G., Cherryl Hunt, Christopher Southgate, and Francesca Stavrakopoulou. Ecological Hermeneutics. London: Bloomsbury Publishing PLC, 2010.
Horrell, David G. “Ecological Hermeneutics: Reflections on Methods and Prospects for the Future.” ORE: Open Research Exeter 1, no. 1 (2015): 1–30. http://hdl.handle.net/10871/16642.
Juanda. “Fenomena Eksploitasi Lingkungan Dalam Cerpen Koran Minggu Indonesia Pendekatan Ekokritik.” AKSIS Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 2, no. 2 (2018): 165–89. https://doi.org/doi.org/10.21009/AKSIS.020203.
Kasim, Ifdhal. “Bencana Alam, Tanggungjawab Pemerintah Dan Persoalan Agraria.” UNISIA 56, no. 56 (2005): 128–41. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/unisia.vol28.iss56.art3.
LAI. Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2008.
Manik, Jeanne Darc Noviayanti. “Pengelolaan Pertambangan Yang Berdampak Lingkungan Di Indonesia.” PROMIN 1, no. 1 (2009): 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.33019/promine.v1i1.64.
Nasri, Munajat Nursaputra, Abdur Rahman Arif, Risye Dwiyani, Lady Chania, Ida Bagus Oka Agastya, and Dian Adhetya Arif. “Ecological Disaster in Northern Sumatra : How Extreme Rainfall and Land-Cover Disturbance Triggered Widespread Flash Flooding.” JURNAL PENELITIAN KEHUTANAN WALLACEA 14, no. 2 (2025): 111–21. https://doi.org/https://doi.org/10.24259/jpkwallacea.v14i2.48907.
Riggruben, Nehemiah Aletheo. “Konsep Yobel Di Dalam Alkitab Dan Kontribusinya Bagi Etika Sosial Kaum Injili.” Sekolah Tinggi Teologi SAAT, 2017. https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/622.
Ruswanda, Asep Sandi. “Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama.” Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama 6, no. 1 (2026): 97–113. https://doi.org/10.22373/arj.v6i1.33933.
Saragih, Anwar. “Model Penanggulangan Bencana Di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Dalam Persfektif Politik Ekologi.” Politika: Jurnal Ilmu Politik 7, no. 1 (2016): 53–64. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/politika.7.1.2016.53-64.
Sirait, Ronal G. “Problematika Perampasan Kebun Anggur Nabot Dalam 1 Raja-Raja 21:1-29.” Jurnal Teologi SIAP 7, no. 2 (2018): 153–88.
Sitompul, Einar M. Gereja Menyikapi Perubahan. Edited by Laksmi Wowor. 2nd ed. Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2006.
Sulistiono, Sapto Sunariyanti, and Teguh Bowo Sembodo. “Anugerah Yang Mendahului: Dialektika Antara Kehendak Ilahi Dan Kesadaran Manusia Dalam Teologi Kontekstual Indonesia.” JURNAL GAMALIEL : TEOLOGI PRAKTIKA 8, no. 1 (2026): 47–64. https://doi.org/https://doi.org/10.38052/gamaliel.v8i1.430.
Tatay, Jaime. “The Evolution of Catholic Ecological Hermeneutics.” Theological Studies 85, no. 3 (2024): 379–399. https://doi.org/10.1177/00405639241263277.
Tim Penyusun. “Statistik Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan 2023.” Pusat Badan Dan Informasi Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan IX, no. I (2023): 1–242. https://statistik.kehutanan.go.id/publication/show/buku-statistik-2023-kementerian-lingkungan-hidup-dan-kehutanan.
Tiwery, Weldemina Yudit. “Ekospiritualitas Yang Holistik.” Kenosis 1, no. 1 (2015): 35–55. https://doi.org/https://doi.org/10.37196/kenosis.v1i1.17.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sulistiono, Anon Dwi Saputro, Didit Yuliantono Adi, Jonidius Illu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



